Thursday, 14 March 2013

Ulang Terbit: Merdeka II

Sementara menanti minda ini bangkit untuk menukilkan sajak-sajak terbaru, izinkan aku menyiarkan kembali koleksi sajak peribadiku di Aku dan Sajak untuk segmen Ulang Terbit, pada setiap hari Khamis.

Suasana Kampung [taken from Zurina Majid's blog



Merdeka II

Satu hari dia pulang ke desa
yang tiga darsawarsa ditinggalkan
jengah kenangan lalu
kutip saki baki girang silam
di tempat jatuh bermain.

Pohon jambu itu masih tegak tertancap
cuma rumah kecilnya yang ghaib
tempat curi-curi buka puasa
dan cuba-cuba makan asap.

Sawah bendang masih terbentang luas
tapi tiada lagi kanak-kanak mengejar traktor
menyeluk sepat, betuk di celahan lumpur
tiada lagi orang-orang jaga padi menguning
bersama riuh tin-tin kosong bergoncangan
tiada lawan bola dengan kampung seberang
bila sawah merekah kontang
tinggal menerung lumba tunjuk langit.

Benteng pun sama keruhnya
macam ditinggalkan dulu
cuma lintah tiada berpesta
kemaruk darah anak-anak alpa berendam
tiada lagi Cik Siah datang berlenggangan
bunga raya merah besar atas kepala
cari suami yang tak pernah dinikahi
dan dia yang paling laju lari
sambil pimpin ejekan yang seirama
"Siah gila, Siah otak tak center!"

Ibunya pernah kata
desa ini lama sudah hilang nyawa
sejak dia dan kawan-kawan
lari bina hidup di kota.

Ayahnya ada cakap
kampung ini lumpuh mati
sejak dia dan teman-teman
jijik bawa pulang anak bini
ke tanah gersang ini.

Suatu hari dia pulang ke desa
tanpa janda dan anak-anaknya
mencari ibu dan ayah
mencari suka duka lalu
mencari harga diri sebenar
sesudah muak dengan merdeka palsu
yang tiga darsawarsa dikejarnya.


Hasmi Haron
Kuala Lumpur, MALAYSIA
Ogos 2005
Post a Comment